Berawal dari sebuah kisah perjalanan yang tidak pernah terduga,
Pada saat itu saya sebagai seorang mahasiswa yang sedang berada ditingkat semester 6 disalah satu perguruan swasta yang terkenal di Semarang sedang mengikuti salah satu program yang wajib untuk dilakukan, yaa.. program itu tidak lain adalah KKN, salah satu event didalam kampus yang aku tunggu. Bukan apa-apa, tinggal di satu atap bersama keluarga baru pastinya akan sangat menyenangkan, pastinya akan memeperoleh banyak sekali pengalaman , wawasan dan teman yang baru.
Pembekalan KKN 1, pada Juli 2012,
Masih terasa canggung memang, berada dikerumunan orang yang datang dari berbagai fakultas. Berada dikeramaian dan hiruk pikuk yang membuatku agak sedikit kebingungan untuk mencari tempat duduk. Memang pada saat itu sangat ramai sekali, jumlah pesertanya pun 498 orang mahasiswa. Hari pertama pembekalan aku merasakan kebosanan, karena acara ini sangat lama dan suhu ruangannya cukup panas. Ok hari pertama pembekalan sudah selesai.
Pembekalan KKN 2, pada Juli 2012,
Cerita awalku dengannya dimulai pada hari ini, kami ditakdirkan untuk berada didalam satu kelompok kecil yang berisikan 10 orang mahasiswa yang berada dari fakultas lain. Ternyata dia pun memiliki pemikiran yang hampir sama, cukup lucu memang. Baru aku sadari setelah aku menjalin hubungan dengannya dan menjadi cerita indah yang tidak akan pernah bosan untuk diungkap kembali. Dia menganggapku seorang yang apatis dari manajemen, dan aku menganggapnya seorang yang sok akrab dari psikologi.
Selanjutnya adalah cerita pada hari perdana kami memulai KKN,
Dimulai dari pembukaan upacara, Pada saat keberangkatan kami berada didalam satu bus yang sama. Aku berada disisi sebalah kanan tepat dekat pintu masuk bus didepan, dan dia tepat berada disisi sebelah kiri tepat disamping pintu masuk didepan.
Masih canggung, itu yang pertama kali aku rasakan. Ya, karena kami baru saja kenal dan belum terlalu akrab. Tak disangka Obrolan kami secara spontan kami lakukan tanpa tidak disadari.
Obrolan spontan ini terjadi karena supir bus yang mengantarkan kami mengemudikan busnya dengan laju yang sangat kencang sekali.
Memasuki hari-hari KKN
Hari pertama KKN, sore hari percakapan kami dimulai kembali, kali ini obrolan yang kami bicaraka adalah obrolan seputar program untuk KKN, aku sedikit memberikan sumbangan pemikiran tentang program yaitu penerangan, dan ternyata kami memiliki pemikiran yang sama, dari situ obrolan kami mulai nyambung, tetapi disisi lain ada dari beberapa teman kami yang tidak terlalu setuju dengan pemikiran kami, kembali ketopik saja ya...
Hari-hari berikutnya aku jalani dengan sangat senang dan gembira sekali, karena akan banyak sekali pengalaman yang akan saya dapatkan, hari pertama sampai hari ketiga saya masih belum cukup terbuka dan masih melihat situasi dari kelompok kami, dan hari-hari berikutnya aku menjalaninya dengan sangat enjoy dan semakin akrab satu sama lain. Yaa.. terutama dengan wanita yang saat ini masih setia mendampingiku.
Kami mulai sering bercanda, saling menginjak kaki, yaa disitulah letak kedekatan kami dimulai.
Rapat, jika mendengar kata ini tentunya wanita yang berada didekatku sekarang akan mengingat kembali masa pada saat kami rapat. Aku menyediakan diri untuk mengantarnya rapat. Awalnya masih sedikit canggung. Kemudian aku dikenalkan dengan temannya yang beranama caca, yang sekarang menjadi temanku juga.
Kami mulai bercerita seputar pengalaman kami dimasa lampau. Ternyata kita berasal dari latar belakang cinta yang sama. Membutuhkan waktu lama memang untuk bisa move on itu yang kami rasakan. Terjadi hal yang cukup lucu dan akan selalu tertawa bila kami mengingatnya. Kejadian ini konyol sekali, kebiasaan kami bila bertemu selalu menginjak kaki jika bertemu, dan dia menginjak kakiku di rumah pak kadus yang pada saat itu aku belum berada dalam kondisi siap. Aku terjatuh dengan posisi duduk dan kedua tanganku berada didalam saku celana bagian belakang. Wkwkwkwkwkw, seruan tertawa terlepas dan suasana menjadi ramai. Masih teringat jelas ketika dia meminta maaf dan memegang tanganku, sentuhan tangan yang begitu halus, membuat seluruh perhatianku beralih kepadanya.
Benih-benih cinta yang aku rasakan sedikit demi sedikit mulai tumbuh, tak disadari semakin hari setiap aku melihatnya, berbicara dengannya ada sesuatu yang berbeda. Yaa... rasa cinta yang aku rasakan memang belum kuat sepenuhnya. Masih teringat jelas ketika malam itu, sebelum aku tidur , aku selalu membuka profilnya. Kepo mungkin kata-kata itu yang ada dipikiran anda, tetapi tidak menurutku, aku berharap ada pesan yang berasal darinya tiap malam. Kosong, mungkin dia belum memiliki rasa yang aku pendam sekarang.
Hari-hari berlalu begitu cepat, program KKN pun harus segera diselesaikan. Kelompok kami memiliki 2 pemikiran akan program KKN yang akan dijalankan. Aku bersamanya memiliki jalan pemikiran yang sama dan beberapa diantara kami memiliki pemikiran yang berbeda dan mencoba untuk menentang program kami.
Dinamika kelompok dan brainstorming yang cukup hebat memang. Dia memang wanita tangguh, dia menghadapi perdebatan dengan anggota yang lain mengenai program tersebut. Tidak mudah memang menyatukan pemikiran dari banyak pihak. Melihatnya sangat kuat aku mencoba untuk membantu mempertahankan apa yang ada dipikiran kami mengenai program tersebut yang pada akhirnya kami memutuskan untuk yang utama adalah program dari kami, dan sisanya adalah program pendukung.
Dani, sebuah nama yang sudah melekat dan tak akan pernah meninggalkan dan pergi dari hati ini. Seorang wanita yang memiliki jiwa yang kuat dan tangguh.
Ingatkah kamu ketika kita berada di rumah orang tua angkatmu disana. Menggambar pergelangan tanganku dengan jam dan jariku dengan cinci bercorak hati yang tergoreskan oleh tinta bolpoin ? dan ingatkah kamu ketika diruang tamu ak menyuruhmu untuk menarik-narik rambutku?
Ingatkah kamu ketika aku mengantarkan memotong poni rambutmu ?
Ingatkah kamu saat pertama kali menjahilimu dengan gombal dan tanganmu mengisi sela-sela jariku ?
Ingatkah kamu ketika aku mengganggumu ketika kamu sendang menyuci piring dan gelas ?
Ingatkah kamu ketika aku menungguimu ketika kamu sedang meracik sayuran di dapur ?
Ingatkah kamu ketika kelompok kita jalan-jalan ke gereja dan itu merupakan awal perbincangan kita dimulai ?
Ingatkah kamu ketika aku pertama kali menyuapimu diwarung pak Lady , dan itu kalap dengan 1 porsi nasi goreng + 1 porsi bakmi goreng masing-masing ? hahaha.
Ingatkah kamu pada saat memotretku dan hasilnya bagus ?
Ingatkah kamu pada saat aku memintakan maaf ke kamu atas kesalahan teman kita?
Ingatkah kamu ketika aku mengantarkanmu rapat pertama di Bendhan duwur ?
Ingatkah kamu mengenai status kisah klasikku ?
Ingatkah kamu ketika aku mengantarkanmu rapat kedua di Ngentak ? (dan aku menjahilimu dengan menakut-nakutimu )
Ingatkah kamu ketika aku mengantarkanmu rapat ketiga dan itu kesasar ? hahaha.
Ingatkah kamu ketika kita berada di sendangsono ?
Ingatkah kamu ketika kita berada di grand arthos ? dengan menu makan siang yang sama tanpa disengaja.
Ingatkah kamu ketika di arthos kita sering mengamati orang-orang pacaran , beli minuman, ?
Ingatkah kamu ketika aku menemanimu membeli baju di arthos ?
Ingatkah kamu saat pertama kalinya aku berada dirumahmu dan bertemu kedua orang tuamu ?
Ingatkah kamu saat kau membuatkanku secangkir kopi ?
Ingatkah kamu saat kita menimbang berat badan kita sebelum makan ?
Ingatkah kamu ketika kamu memintaku untuk membangunkanmu di pagi hari ?
Ingatkah kamu ketika kita di Posyandu ?
Ingatkah kamu ketika kita berada di gereja dan membuat janji ?
Ingatkah kamu ketika kau meminjamkan laptopmu untuk presentasi ?
Ingatkah kamu pada saat aku mengerjaimu dengan laptopmu ?
Ingatkah kamu ketika saat presentasi ?
Ingatkah kamu pada saat pagi hari sebelum presentasi kita mencari tempat print ?
Ingatkah kamu ketika kita berada di amplas ?
Ingatkah kamu tentang apa yang kita bicarakan di amplas ?
Ingatkah kamu pada saat kau memanduku di pohon beringin kembar ?
Ingatkah kamu tentang notes kecilmu yang aku temukan ?
Ingatkah kamu saat kita laundry ?
Ingatkah kamu pada saat kerja bakti, kita pergi ke talun membeli kabel dan bekerja hingga siang dan itu hanya tinggal kita ?
Ingatkah kamu ketika kita berbelanja sembako untuk dibagikan ke warga ?
Ingatkah kamu ketika kita makan mie ayam setelah membeli sembako ?
Ingatkah kamu apa yang aku bicarakan pada saat pulang membeli sembako, pada saat naik motor ?
Ingatkah kamu pada saat malam terakhir ? dan tentang apa yang kita bicarakan ?
Ingatkah kamu perbincangan kita lewat bbm mengenai tak ada yang gratis didunia ini ?
Ingatkah kamu pada saat upacara pembubaran kita selalu bersama ?
Ingatkah kamu saat kita mencari tas mu dan pindah ke bis yang lainnya ?
Ingatkah kamu tentang perbincangan kita dalam bis saat kita pulang selesai kkn ?
Ingatkah kamu tentang aku menggenggam tanganmu dan menggendong tas mu ?
Kisah kita cukup indah bukan ? Tidak ada yang tahu tentang kapan hadirnya cinta di tengah-tengah kita. Cinta tidak melihat status sosial, ras, ekonomi, fisik. Karena yang aku tahu cinta hanya melihat ketulusan hati dan sang cupid tak pernah meleset menembakkan panahnya.
Kau dan aku,sama halnya seperti sepasang sepatu, yang tidak akan berfungsi dengan baik bila hanya ada aku/ kamu ataupun hanya satu sepatu.
8 bulan waktu yang masih singkat, dan entah kenapa 8 bulan untukku sudah seperti bertahun-tahun. Mengenalmu lebih dalam, komitmen kita, janji kita. Mungkin banyak orang yang memandang sebelah mata hubungan kita, atau mungkin ada beberapa orang yang tidak suka dengan hubungan kita. Jalani, nikmati dan merapatlah bersamaku. Seorang pria yang saat ini baru memiliki ijazah SMA, belum berpenghasilan dan belum memulai dari nol.
Terimakasih wil untuk waktu yang sangat berharga, bersamamu, didekatmu , guyuran ketulusan dan pengertian turun dengan deras tanpa batas.
Dan kita akan terus bersama.
Aku dan kamu satu untuk cinta sejati. ILYMMW :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar