2014, Banyak sekali kisah dan pelajaran hidup yang sudah kulewati di tahun 2014. Tuhan memberikanku kesempatan untuk mulai bekerja pertama kali di tahun ini.
Bulan Januari merupakan start awal bagiku untuk memulai karir dalam dunia kerja. Pada saat itu statusku masih sebagai mahasiswa yang baru saja menyelesaikan sidang akhir skripsi. Perasaan senang saat itu hinggap didalam keseharianku. Tuhan memberikanku kesempatan untuk sejenak mengembalikan keadaan finansial keluargaku yang baru saja aku kehilangan tulang punggung keluarga kami, beliau adalah my superdad. Sebelum aku menjadi salah satu karyawan diperusahaan swasta tersebut, pada saat aku mendaftarkan diri untuk melamar aku merasa hopeless, karena file administrasi yang aku sertakan hanyalah transkip dan ijazah SMA saja. Lulus sidang akhirpun belum, aku sekedar iseng mendaftarkan diri di beberapa perusahaan. Psikotest dan interview wawancara aku hadapi dengan sikap yang berserah, karena aku percaya apapun hasilnya itulah yang terbaik bagiku.
Semua tahapan berhasil aku selesaikan, dan tibalah pada situasi yang membuatku mengambil keputusan untuk memilih, disinilah pertama kalinya aku mengambil keputusan untuk masa depanku. Aku memilih bergabung disalah satu perusahaan food and beverages untuk posisi Management Trainee. Sebuah posisi dan kesempatan yang banyak diinginkan oleh pencari kerja lainnya. KasihNYA amat sangat besar padaku. Selama 4 bulan aku lewati dengan ceria. Semuanya mulai berubah ketika aku dipindahkan di Bogor. Jauh dari mama yang saat itu sebagai single parent dengan kondisi penglihatan yang kurang, rasa kawatir mulai mencuat didalam pikiranku, ditambah lagi beban tugas yang seharusnya bukan menjadi bagianku dilimpahkan kepadaku. Minggu demi minggu aku lewati dan tetap berusaha tegar menjalani, dan pada akhirnya aku harus menyerah karena aku sangat peduli dengan mamaku.
Bukan berarti aku tidak bersyukur dengan keadaanku saat itu, tetapi pekerjaan dan materi bisa dicari, dan aku tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya, harapanku ingin dekat dengan keluarga dan bisa membahagiakan orangtua. Doaku dijawab oleh Sang Pencipta, tepat 6 bulan aku keluar dari pekerjaanku dan kembali ke kota asalku. Bahagia itu yang aku rasakan, mungkin sebagian orang akan mengatakan aku gila, karena aku menyia2kan kesempatan itu. Bagiku dengan aku mengambil keputusan untuk resign itulah kesempatan-kesempatan yang lebih baik mulai berdatangan. Pekerjaan yang teratur,jadwal yang teratur itulah yang aku inginkan, ditambah lagi dengan sistem kerja yang profesional.
Bulan Juni aku resmi menyatakan diri dan bergabung menjadi pengangguran. Selama 3 bulan aku menjadi pengangguran, aku mulai dibentuk kembali oleh Tuhan, IA mengajarkanku untuk tetap berharap, berserah dan tetap mengandalkan IA dalam kondisi apapun. KasihNYA sungguh luar biasa dan itu benar-benar terjadi didalam hidupku. Aku merasakan rasanya tidak memiliki uang sepeserpun, tetapi Tuhan memberikanku pertolongan melalui wanita hebat yang ada disampingku, ya dialah pacarku. Sekali lagi Tuhan mengajarkanku arti dari berbagi dan memberi melalui pasanganku. Berdoa dan berusaha aku lakukan setiap hari dengan tulus, panggilan psikotest dari beberapa perusahaan aku lalui walau pada akhirnya hasilnya nihil. Depresi dan putus asa sempat menyelimutiku, tetapi lagi-lagi Tuhan mengajarkanku untuk selalu bersabar dan tetap semangat. Dani aku menyebut nama pasanganku, tak henti-hentinya ia selalu mendukung aku, tidak hanya dukungan secara mental tetapi dukungan secara materipun ia berikan kepadaku. Malu ? ya malu rasanya, sebagai seorang pria hidupku selama 3 bulan ditopang olehnya,begitu baik ia kepadaku. Hingga pada akhirnya Tuhan menjawab segala kegelisahanku.
Yesss, aku mendapatkan pekerjaan yang memang sesuai dengan doaku, dunia perbankan ! lagi-lagi aku ingat, inilah hasil dari kesabaranku, Tuhan memberikanku pekerjaan dan posisi yang melebihi keinginanku. Tidak hanya sampai disini, perjuanganku masih berlanjut, dibulan pertama ketika aku di Tangerang, uang saku yang saat itu aku bawa sangat terbatas. Uang saku itu aku peroleh dari sisa tabungan dollar mamaku yang ditukar kedalam rupiah. Kasih dan cinta dari mama untuk diriku sangat besar, ia rela memberikan semua yang ia punya untukku, sebelum berangkat tanpa aku meminta untuk dibelikan kemeja, celana dan baju batik, beliau membelikan untukku.
Kehabisan uang sempat aku rasakan, dan pertolonganNYA kembali datang kepadaku, melalui Dani kekasihku dan melalui kakak kandungku. Hingga pada akhirnya bulan demi bulan aku lewati ditempat kerjaku yang baru ini, sedikit demi sedikit aku bisa mulai menabung dan menyisihkan sedikit tanda kasihku untuk kedua wanita hebat ini, memang saat ini jumlah yang kuberikan tidak banyak. Tetapi harapanku sedikit tanda kasih dariku dapat bermanfaat untuk kedua wanita hebat ini yang senantiasa mendukung dan selalu mendoakan aku.
Kasih Tuhan di tahun 2014 ini memang aku rasakan sekali. Banyak permohonan-permohonan yang aku panjatkan sudah mulai terwujud. Terima kasih Tuhan engkau sudah ambil bagian didalam hidupku. Tahun 2014 memang tahun yang luar biasa, Engkau menempaku dengan berbagai perasaan, senang sedih kecewa sakit bahagia ceria tangis canda tawa menjadi satu, dan aku sadar bahwa ini adalah proses yang Engkau berikan kepadaku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan banyak bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar